Buku ini membahas fenomena bullying sebagai salah satu persoalan serius dalam dunia pendidikan modern. Perilaku perundungan dipahami bukan hanya sebagai tindakan agresif yang dilakukan secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital, tetapi juga sebagai bentuk penyimpangan moral yang berdampak pada kondisi emosional, sosial, dan spiritual peserta didik. Berangkat dari berbagai temuan empiris dan kajian teoretis, buku ini menguraikan secara mendalam faktor penyebab, bentuk-bentuk, serta konsekuensi jangka panjang dari bullying dalam konteks perkembangan remaja.
Pembahasan dalam buku ini diperkuat dengan landasan psikologis, seperti teori pembelajaran sosial, operant conditioning, dan identitas sosial, yang membantu menjelaskan bagaimana perilaku bullying terbentuk dan bertahan dalam lingkungan sekolah. Analisis tersebut kemudian diperkaya dengan perspektif konseling Islam yang menekankan nilai-nilai akhlak, penghargaan terhadap martabat manusia, dan pentingnya penyucian jiwa sebagai upaya membangun karakter peserta didik.
Buku ini juga menawarkan pendekatan konseling Islam sebagai strategi penanganan yang tidak hanya berfokus pada pemulihan psikologis korban, tetapi juga membimbing pelaku agar mampu memperbaiki perilakunya melalui penguatan spiritual. Metode yang digunakan meliputi asesmen kasus, konseling individu dan kelompok, muhasabah, dakwah fardiyah, bimbingan rohani, serta terapi shalat sebagai sarana menenangkan hati dan membangun ketahanan diri. Seluruh pendekatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, selaras, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Selain strategi penanganan, buku ini turut menekankan pentingnya peran guru BK, orang tua, teman sebaya, serta budaya sekolah dalam upaya pencegahan bullying. Rekomendasi implementatif disajikan pada bagian akhir sebagai panduan bagi lembaga pendidikan untuk membangun ekosistem sekolah yang lebih humanis, inklusif, dan menghormati martabat setiap peserta didik. Secara keseluruhan, buku ini hadir sebagai rujukan bagi pendidik, konselor, mahasiswa, orang tua, serta pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan aplikatif dalam pencegahan serta penanganan bullying melalui nilai-nilai konseling Islam.